Tingkatkan Kompetensi Dosen, APERTI Banten Adakan PEKERTI

0
162

Agar setiap dosen dapat memahami tugas dan perannya sebagai tenaga pendidik dan tenaga profesional sesuai dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen, Aliansi Pengelenggaran Perguruan Tinggi Indonesia (APERTI) Banten, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), dan LLDIKTI wilayah 4 menyelenggarakan Program Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI). Pelatihan ini diadakan untuk memberikan penguatan kepada para dosen di Banten dalam meningkatkan kompetensinya dalam bidang pedagogi, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesionalnya, Senin (23/9/2019) yang berlokasi di Universitas Banten Jaya.

Penanggungjawab kegiatan Anis Fuad Salam, SE., MM yang juga Ketua STIE Banten dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dosen terutama dalam memberikan kuliah. Kegiatan berlangsung selama lima hari mulai 23 September hingga 27 september dengan diikuti 55 orang dosen yang berasal dari berbagai kampus baik provinsi Banten dan Jawa Barat dengan melibatkan narasumber dari Tim Universitas Pendidikan Indonesia dan LLDIKTI Wilayah IV.

“Pelaksanaan kegiatan program peningkatan keterampilan dasar tehnik instruksional (PEKERTI ini bertujuan untuk peningkatan kompetensi professional dosen dalam memangku jabatan fungsional, terutama dalam peningkatan keterampilan pedagogis dan meningkatkan kemampuan dosen perguruan tinggi swasta di Propinsi Banten dalam hal pembelajaran, disamping itu hal ini merupakan langkah kongkrit kerjasama antara Aliansi Penyelenggara Perguruan Tinggi Indonesia (APPERTI) dengan LLDIKTI Wilayah IV dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) guna membantu mendorong pembangunan pemerintah dalam bidang pendidikan tinggi,” jelas Anis Fuad.

Ketua P2JK Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Dr. Toto Ruhimat, M.Pd saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa seorang dosen harus terus meningkatkan/meng-upgrade kemampuannya, termasuk keterampilan pedagogis (teknik mengajar, strategi pembelajaran dan penggunaan media belajar). 

Materi yang diberikan diantaranya meliputi 11 materi utama yaitu, (1) Konsep Pengembangan Kurikulum di Perguruan Tinggi  KKNI dan Analisis Kompetensi (Taksonomi Blom), (2) Kompetensi (Taksonomi Bloom), (3) Teaching Skills, (4) Pengambangan Media Pembelajaran, (5) Komunikasi Pembelajaran, (6) Konsep Desain Pembelajaran & Penyusunan RPS, (7) Teori Belajar dan Motivasi Dalam Pembelajaran, (8) Etika, Moral  dan Profesi Dosen, (9) Strategi Pembelajaran (Student Center Learning), (10) Konsep dan prosedur Penilaian Hasil Belajar, Perencanaan & Konstruksi Soal,  dan (11) Peer Teaching.

Di hari ke-dua, dalam materinya Prof Dr Ashar Johar, M.Pd. menjelaskan, Student Centered Learning merupakan proses pembelajaran yang berpusat pada siswa atau mahasiswa. Dalam pengertian lain lain, dalam pendekatan ini para siswa atau mahasiswa menjadi pelaku aktif dalam kegiatan belajar.

“Pelaksanan kegiatan pendidikan dan pelatihan Student Centered Learning (SCL) dirancang dalam bentuk  blended learning yang mengkombinasikan tatap muka dengan sistem belajar secara mandiri. Selain itu, pemberian materi dan evaluasi juga dilaksanakan dengan menerapkan metode SCL itu sendiri,” pungkas Prof Ashar.